Baccarat winning skills_U.S. legal online casinos_Gaming industry_Reliable sports betting platform_Online live casino

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Kasino online

Kalau LoLottery betting platformttery betting platformLottery betting platformdulu di jalan lihatnya Merapi, sekarang lihatnya baliho – seorang kawan

Tapi, ada yang berbeda dengan Jogja saat ini. Kota yang populer dengan “Jogja Berhati Nyaman” perlahan mulai terkena dampak modernisasi yang mengatasnamakan pembangunan. Nostalgi akan masa lalu selalu menjadi pembicaraan di sela-sela obrolan santai ketika guyub di angkringan.

Karakteristik warga Jogja yang sederhana dan menghargai seni budaya tentu tidak akan mematikan pasar tradisional. Di pasar tradisional, kamu bisa merasakan kehangatan para pedagang di pasar ketika sedang “tawar-menawar” dan merasakan ketulusan warga Jogja yang tidak ternoda oleh pikiran “mencari untung sebanyak-banyaknya”. Kemudahan dan kelengkapan minimarket ataupun supermarket berjejaring memang tidak dapat dipungkiri lagi, tapi bukan berarti kamu harus beralih meninggalkan pasar tradisional.

Tidak dapat dipungkiri, jika toko modern memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar dan turis-turis yang sedang berkunjung ke Jogja. Jadi, tak mengherankan jika kamu melihat minimarket maupun supermarket berjejaring kini memenuhi sudut kota Jogja. Tapi, apakah perkembangannya akan mematikan pasar tradisional ataupun warung-warung kecil?

Mall saat ini menjadi pilihan sebagian warga Jogja untuk menghabiskan akhir pekan, bahkan, mall terbesar se-Jawa Tengah yang terletak di Jogjakarta sedang dalam tahap pembangunan. Modernisasi dan kecanggihan teknologi, secara perlahan telah menghilangkan minat pelajar untuk membaca buku cetak di kota pelajar ini. Perpustakaan hanya ramai oleh para mahasiswa yang sedang berperang dengan skripsinya.

Jogja tidak bisa dipisahkan dengan gunung Merapi, gunung yang merupakan bagian sejarah kota Jogjakarta. Keindahan dan kemegahannya kini tidak bisa kita lihat dengan bersih dari jalanan kota akibat polusi visual berupa puluhan baliho iklan, kabel-kabel yang berserakan, serta bangunan-bangunan hotel yang menjunjung tinggi telah menutupi birunya langit dan kegagahan Merapa di sebelah utara kota Jogja.

Baliho-baliho iklan merajalela memenuhi ruang publik kota yang terkenal dengan kesederhanaannya ini. Tidak hanya itu, pembangunan hotel yang dianggap sebagai sinyal positif majunya pertumbuhan ekonomi ini ternyata berdampak negatif bagi warga yang tinggal di sekitar hotel, salah satunya adalah sumur warga yang bertahun-tahun tidak pernah mengering, kini terabaikan dalam kondisi yang mencemaskan. Benarkah Jogja telah berubah menjadi kawasan hutan beton yang menjulang tinggi? Rindu rasanya melihat merapi dengan mata telanjang dari kawasan Tugu Jogja.

Terhanyut aku akan nostalgi, saat kita sering luangkan waktu, nikmati bersama suasana Jogja

Salah satu hal yang membedakan Jogja yang dahulu dan sekarang adalah jumlah pertumbuhan kendaraan bermotor yang drastis. Bahkan, dominasi kendaraan berplat AB semakin menunjukkan penurunan dibanding dengan kendaraan dari daerah lain. Jika kamu perhatikan, mengapa sulit menemukan angkot atau bis umum di Jogja? jawabannya adalah, karena Jogja memang di desain sebagai kota nyaman yang akses dari satu tempat ke tempat lain dapat kamu lalui dengan mudah dan dekat. Tidak heran jika kamu lihat becak dan andong masih menjadi primadona di kota kecil ini.

Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna

Mbiyen yen nyalip nglakson, saiki srobot-srobotan (Dulu kalau mau nyalip nglakson, sekarang saling srobot) – seorang kawan

Pemandangan orang membaca buku di tempat duduk yang disediakan pemerintah di tempat umum, tergantikan dengan orang-orang yang sibuk menunduk melihat layar smartphone nya. Kangen rasanya melihat mahasiswa menghabiskan hari di perpustakaan menghabiskan waktu dengan berdiskusi dan berbagi tentang ilmu yang mereka dapat di kelas. Jika para remaja di kota Jogja lebih sering menghabiskan waktu di pusat-pusat perbelanjaan daripada mendatangi perpustakaan yang kaya akan pengetahuan. Apakah kamu termasuk salah satunya?

Dengan segala perubahan yang dialaminya, Jogja tetap menjadi tempat yang nyaman untuk para penghuninya. Namun, enjaga kota kecil yang penuh dengan kekayaan budaya ini tentu menjadi tanggung jawab kita bersama.